Mengetahui Tindakan Medik Berisiko Tinggi Berdasarkan Probabilitas Bersama SehatQ

  • Whatsapp
Mengetahui-Tindakan-Medik-Berisiko-Tinggi-Berdasarkan-Probabilitas-Bersama-SehatQ
Foto dari Canva Pro

Mengetahui berbagai informasi seputar dunia kesehatan di laman SehatQ akan memberikan Anda tambahan pengetahuan. Bukan hanya mengenai perawatan kesehatan sederhana yang biasa dilakukan di rumah, tapi juga berbagai tindakan medik serta pengetahuan mengenai obat-obatan.

Di kesempatan kali ini informasi yang akan dibagikan adalah mengenai tindakan medik berisiko tinggi dalam dunia kedokteran. Anda tentunya mengetahui bahwa ada berbagai tindakan medik yang dilakukan dokter terhadap pasien. Mulai dari tindakan ringan hingga berat dan berisiko tinggi. Tinggi rendahnya risiko tindakan medik dapat diketahui berdasarkan probabilitas dan ditentukan oleh berbagai faktor.

Read More

Faktor Penentu Probabilitas Tindakan Medik Kedokteran

Ukuran tinggi rendahnya sebuah tindakan medik dalam dunia kedokteran tidak selalu sama. Sebab pada kondisi tertentu tindakan yang sama bisa memiliki probabilitas yang berbeda tingkat risikonya. Sebab ada beberapa faktor yang mempengaruhi probabilitas, seperti berikut ini:

1. Penyakit

Ada banyak sekali jenis penyakit yang membutuhkan tindakan medik. Ada yang hanya memerlukan tindakan ringan dengan pemulihan cepat dan tidak sedikit perlu dilakukan pengobatan melalui jalur operasi.

Untuk melihat tingkat probabilitas sebuah tindakan medik perlu diketahui dahulu apa jenis penyakit dan stadiumnya. Tentu saja, penyakit jantung ringan akan berbeda probabilitas risikonya dibandingkan penyakit jantung akut.

2. Keadaan Pasien

Keadaan pasien juga menjadi faktor pengukur yang penting dalam menentukan probabilitas risiko sebuah tindakan medik. Pasien dalam kondisi tertentu akan memiliki risiko yang lebih tinggi, misalnya dalam keadaan:

  • Kasus emergensi, misalnya pasien kecelakaan lalu lintas, korban bencana alam, dan lainnya.
  • Pasien dengan usia lanjut dan kondisi kesehatan yang sudah menurun.
  • Bayi dan anak-anak yang memiliki kekebalan tubuh lebih rendah sehingga berisiko tinggi saat mengikuti tindakan medik.
  • Pasien dengan cacat fisik maupun mental.
  • Pasien yang memiliki penyakit lain ketika mendapatkan tindakan, misalnya: penyakit kronis, stroke, dialisis, atau pasien yang tengah dalam masa kemoterapi.

3. Sarana dan Prasarana Kesehatan

Selain kedua faktor di atas, SehatQ juga mencatat bahwa sarana dan prasarana kesehatan juga akan mempengaruhi probabilitas risiko sebuah tindakan medik. Bukan hanya saat tindakan dilakukan, tapi juga pasca tindakan.

Fasilitas kesehatan yang kurang memadai tentu akan menambah tingginya risiko ketika sebuah tindakan medik diambil. Sebab tidak sesuai dengan standar yang diperlukan untuk melakukan tindakan. Misalnya, fasilitas kesehatan di daerah terpencil yang masih kurang memadai jika dibandingkan di wilayah perkotaan.

Bukan hanya masalah peralatan medis, tapi juga ruang tindakan dan ketersediaan obat. Oleh sebab itu, banyak dokter di wilayah terpencil memilih merujuk pasien ke daerah dengan sarana dan prasarana yang lebih lengkap agar mendapatkan pelayanan lebih baik.

4. Kompetensi Dokter

Bukan hanya sarana dan prasarana yang membuat probabilitas risiko tindakan menjadi tinggi. Tingkat kompetensi dokter pun juga akan sangat mempengaruhi. Di mana pada saat ini distribusi dokter spesialis dan subspesialis masih belum merata di berbagai daerah.

Hal ini menyebabkan banyak tindakan medik yang terpaksa dilakukan oleh dokter yang tidak memiliki kompetensi sesuai. Tidak bisa disalahkan sepenuhnya, karena keadaan emergensi mengharuskan dokter mengambil tindakan terbaik untuk pasien.

Jadi, dilakukannya tindakan medis harus dimulai dengan perhitungan probablitas risikonya terlebih dahulu sehingga bisa diketahui berapa tingkat risiko dan keberhasilannya. Apabila Anda ingin tahu lebih banyak mengenai berbagai tindakan medik dan prosedur umumnya, website SehatQ menyediakan berbagai informasi mengenai hal tersebut. Selain itu, juga informasi mengenai hal-hal lain seputar dunia kesehatan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *